Kajian Sinema: Posisi Hegemoni, Negosiasi, dan Oposisi dalam Film

Film bejudul ”Megamind (2010)” ini dimulai dari seorang anak yang lahir dari situasi broken home. Karakter ini digambarkan dengan wajah menyerupai makhluk angkasa, dengan tubuh berwarna kebiru-biruan. Dia hidup dengan orangtuanya hanya selama delapan hari saja. Setelah itu, dia dilepaskan orangtuanya dengan ditaruh disebuah pesawat kecil luar angkasa dan dibekali ’Minion’ dan ’binkie’.


Dalam perjalanannya anak kecil tersebut bertemu dengan seorang anak kecil yang sebayanya yang juga berada di sebuah pesawat angkasa berwarna emas, di sini narator mengatakan bahwa yang ditemui tersebut merupakan rivalnya.

Setibanya di dunia, anak kecil yang berwarna kebiru-biruan tersebut terdampar di sebuah penjara tempat para kriminal, tepatnya berada di Metro City, di sini dia diberi nama Megamind, sedangkan lawannya mendarat di sebuah rumah mewah yang berwarna serba keemasan yang mendapat julukan Metroman.

Hingga mereka beranjak dewasa, antara yang selalu dipuja-puja dan yang diabaikan semakin terlihat. Di sini oposisi biner semakin menonjol, Megamind selalu ditampilkan sebagi orang jahat, memiliki kemampuan bereksperiman tapi selalu gagal, dan selalu dikucilkan. Sementara itu, lawannya selalu ditampilkan kharismatik, baik, suka menolong, dan selalu mendapat pujian.

Jika dipandang dari teori tiga posisi hipotesis Stuart Hall yakni hegemoni-dominan, negosiasi, dan oposisi, film ini terdapat tiga elemen tersebut. Posisi hegemoni-dominan dalam film ini terletak pada lawannya Megamind, yang dalam film ini disebut sebagai Metroman. Kehadirannya di Metro City menjadi pusat perhatian, karena dengan kekuatan yang dimilikinya, dia dijadikan sebagai superhero. Bahkan di tengah-tengah kota tesebut dibangun sebuah patung besar yang merepresentasikan dirinya.

Kepahlawanannya itulah yang bisa menghegomoni penduduk kota tersebut. Apa yang dilakukannya selalu mendapat pujian. Bahkan di mata penduduk kota, dia merupakan sosok yang bisa dikatakan sebagai juru selamat.

Selain itu, kepahlawanannya juga menghegemoni Megamind. Megamind seperti didominasi dengan kekuatan yang dimilikinya. Karakter berwarna biru ini, juga sebenarnya bisa menciptakan sesuatu dengan kepintarannya dan dengan sesuatu tersebut bisa membuat keajaiban, selalu direpresentasikan tidak bisa diandalkan. Apa yang diperbuat Megamind selalu salah di mata penduduk.

Selain dihegemoni oleh lawannya, Megamind juga dihegemoni oleh kepala penjaga penjara tersebut. Kehidupannya tidak sebebas Metroman, selalu diatur dan diawasi oleh kepala tersebut.

Semakin dewasa, Megamind menyadari bahwa dirinya merasa didominasi oleh kekuasan. Sehingga akhirnya dia pun memberontak. Dengan kejahatannya itulah, dia mencoba untuk menghegemoni penduduk kota tersebut. Akan tetapi, usahanya selalu gagal, bukannya menjadi pahlawan, justru dia menjadi pengacau kota. Ketika penduduk kota tersebut melihatnya, mereka ingin menjauh segera. Anak kecil dan/atau bayi bahkan bisa menangis ketika melihatnya. Sebaliknya, ketika para penduduk Metro City melihat Metroman, mereka selalu terpesona.

Dari hegemoni tersebut, muncul posisi opoisisi, di mana mereka akan menentang implikasi ideologis makna yang disukai. Dalam hal ini, yang menjadi oposisi adalah Megamind. Dia menentang kepahlawanan Metroman.

Pemberontakan yang dilakukannya ialah menyandra Roxanne—seorang reporter perempuan. Saat Metroman hendak menyelamtkan Roxanne, Metroman dijebak oleh Megamind. Namun akhirnya Metroman bisa terbebas dari jebakan Megamind dengan cara meledakkan diri. Hingga akhirnya, peledakan diri tersebut membuat penduduk kota menyangka bahwa Metroman sudah mati.

Saat Megamind sudah berkuasa, justru dia malah merasa jengah sendiri. Perbuatan yang dilakukannya hanya tampak sia-sia di mata penduduk, tidak seperti yang dilakukan Metroman. Kebosanannya inilah yang menghasilkan oposisi. Megamind, yang awalnya selalu dipandang buruk, akhirnya dengan kebosananan itu dia merubah dirinya agar menjadi orang baik.

Dari posisi tersebut, muncul posisi negosiasi. Tokoh yang berada di posisi negosiasi ini adalah seorang reporter wanita, Roxanne. Meskipun dia awalnya selalu memberitakan kebaikan-kebaikan Metroman, tetapi pada akhirnya dia menegosiasi antara Metroman dan Megamind.

Pada awalnya dia menerima begitu saja kepahlawanan Metroman, bahkan dia sendiri terhegemoni oleh Metroman. Namun, setelah Metroman pura-pura mati, kemudian Megamind berkuasa, dia mencoba membuka diri, dan akhirnya bisa menegosiasi antara Metroman dan Megamind.

Perubahan Megamind membuat Roxanne mau membuka dirinya. Dia tidak lagi memberitakan Metroman yang kharismatik itu, tapi dia juga memberitakan Megamind, baik saat masih belum berubah hingga akhirnya berubah.

Dalam posisi negosiasi, selain Roxanne, media itu sendiri yang menjadi negosiasi antara Megamind dan Metroman. Media ini justru menyetujui secara keseluruhan baik dari Megamind yang dipandang buruk dengan Metroman yang selalu dipuja-puja. Negosiasi media pun tidak memberatkan sebelah. Dia menyampaikan informasi baik dari segi keburukan maupun kebaikan.

Tiga hipotesis Stuart Hall yakni, hegemoni-dominan, oposisi, dan negosiasi, saling berkaitan satu sama lain. Jika dilihat dari film Megamind, hegemoni tidak bisa berdiri sendiri, dan tidak selalu terus berkuasa, karena ada oposisi dan negosiasi yang menjadi mediasi hegemoni itu sendiri. Hegemoni-dominan pun akhirnya bukan menjadi sesuatu yang menyeramkan, karena hal itu bisa dicegah menggunakan oposisi dan negosiasi.

———

Lisensi

Seluruh konten di halaman ini dilisensikan di bawah naungan Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0).

Anda bebas untuk:

Bagikan - salin dan sebarkan materi dalam media atau format apa pun

Adaptasi - remix, transformasikan, dan bangun berdasarkan materi

Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.

Di bawah ketentuan berikut:

Atribusi - Anda harus memberikan kredit yang sesuai , memberikan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang masuk akal, tetapi tidak dengan cara apa pun yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.

Nonkomersial - Anda tidak boleh menggunakan materi untuk tujuan komersial.

Suka Berbagi - Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat materi, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama seperti aslinya.

Tidak ada batasan tambahan - Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan lisensi.

Pemberitahuan:

Anda tidak harus mematuhi lisensi untuk elemen-elemen materi dalam domain publik atau di mana penggunaan Anda diizinkan oleh pengecualian atau batasan yang berlaku.

Tidak ada jaminan yang diberikan. Lisensi tidak boleh memberi Anda semua izin yang diperlukan untuk tujuan penggunaan Anda. Misalnya, hak-hak lain seperti publisitas, privasi, atau hak moral dapat membatasi cara Anda menggunakan materi.

Interaksi dengan pos ini

Batal

Berhenti Berlangganan Komentar